HomeCari JodohDaftar Gratis
Daftar Gratis
 
Daftar Keanggotan
Buat Profil
Temukan Pasangan Online
BeritaKisah SuksesArtikel
Cari Jodoh dengan Cepat
Saya
Mencari
Umur sampai
Negara:
dengan Photo      
UserLogin
Username: 

Password: 

  Daftar
Berita
Back  
Cara Menghadapi Suami yang Ingkar Janji
Oct 04, 2012

Mengapa Suami Sering Ingkar Janji?

Pada dasarnya tidak ada seorangpun, suami ataupun istri, yang mau mengingkari janji terhadap pasangannya, keluarga, ataupun orang lain. Tetapi kadang-kadang situasi yang membuat ia tidak dapat memenuhi janji tersebut, maka jadilah "ingkar janji".

Ada persamaan dan perbedaan antara "ingkar janji" dengan "berbohong". Ingkar janji sudah pasti berbohong, tapi berbohong belum tentu karena ingkar janji. Seseorang yang ingkar janji biasanya didahului dengan janji sesuatu tapi kemudian tidak dipenuhi. Sedangkan berbohong tidak harus didahului dengan janji.

Ada tiga macam alasan (jenis) orang ingkar janji, yaitu;

Pertama, Karena situasi. Sebagai contoh, seoarang suami berjanji kepada istrinya, "Jika saya nanti dapat uangTHR (Tunjangan Hari Raya), kamu saya belikan gelang emas". Tapi sudah waktunya mendapat THR tidak dibelikan, sebab uangnya habis untuk keperluan belanja rumah tangga, membayar utang kridit, dan sebagainya". Maka jadilah suami ingkar janji. Tetapi ingkarnya janji suami karena untuk memenuhi tanggungjawab lain, yang juga untuk kepentingan istri dan keluarga. Itulah yang saya maksud ingkar janji karena situasi.

Secara hukum agama dari apa yang ia ucapkan masuk katagori ingkar janji. Tetapi secara mutlak apakah benar hal itu masuk ingkar janji? Tentu perlu bahasan mendalam (secara terperinci bersama dalilnya), sebab uang THR tersebut juga dinikmati istri dan keluarga, sehingga belum ada uang untuk membelikan emas dari uang THR tersebut.

Kedua, Karena tidak tahu. Bisa saja terjadinya ingkar janji karena tidak mengetahui apa yang terjadi akan datang. Contoh, seorang suami berjanji kepada istrinya bahwa "sore nanti saya berusaha berada di rumah." Lalu, lalu lintas macet, membuat suami tidak bisa pulang sore. Siapa yang dapat memastikan "apa dan bagaimana" ke depan, hanya kekuasaan Allah-lah yang maha mengetahui. Manusia hanya mampu memprediksi, dan itupun sifatnya hanya prakiraan. Orang yang ingkar janji hal seperti itu (tidak karena terjadi di luar kekuasaannya) maka belum dikatakan berdosa.

Allah SWT berfirman: "Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Qs.Al-A'raf 131).

Ketiga, karena karakter. Ada juga suami yang ingkar janji menjadi "lalap" alias semacam karakter. Pada tahapan ketiga ini sudah termasuk suami yang mempunyai sifat ingkar janji. Apabila sudah membentuk menjadi karakter sudah lebih berbahaya dibanding "penyakit", karena penyakit masih bisa diobati sedangkan karakter mengakar dan permanen.

Namun seorang Muslim sejatinya memenuhi apa yang ia janjikan. Apakah janji tersebut hal pokok maupun janji yang kecil, seperti janji terhadap anak si kecil yang merupakan buah hati belahan jiwa

Allah SWT berfirman; "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar." (Qs.Al-Fath 10).

Kemudian timbul pertanyaan, mengapa suami sering ingkar janji? Setidaknya ada tiga hal yang membuat suami mengingkari janjinya, yaitu; (l).Menjaga harga diri (2). Menjaga gengsi karena tidak sesuai harapan. (3). Tidak dapat memenuhi saat itu dari apa yang ia janjikan.

1. MENJAGA HARGA DIRI.

Saya yakin, suami pada mulanya tidak ingin mengingkari janjinya, baik itu janji kecil ataupun besar, tetapi untuk menjaga harga diri agar bisa dikatakan "tidak ada kekurangan" dari kejujuran janjinya, maka ia menjadi berdusta (ingkar janji).

Seorang jamaah, sebut saja namanya Irfan, pernah mendatangi saya di Studio Radio Mersi 93.3 FM, Jakarta, tempat penulis mengasuh acara dakwah pada setiap paginya. Irfan datang sekedar ingin konsultasi agama karena mungkin dia menganggap saya bisa memberikan solusi terhadap persoalannya. Di antara persoalan yang diutarakan yaitu tentang kebiasaannya yang selalu berdusta (ingkar janji) terhadap istrinya. Walaupun ingkar janji itu bukan satu-satunya persoalan yang diajukan kepada saya, tapi justru persoalan itu yang lebih mendapat perhatian saya. Karena sepengetahuan saya banyak suami yang melakukan hal itu, dan mungkin juga istri.

Menurut Irfan, seringkali berjanji kepada istri, jika nanti mendapat gaji dari kerjanya akan membelikan istri sesuatu "ini dan itu", sudah tak lagi terhitung janjinya. Tetapi setiap kali gajian tidak pernah terpenuhi.

Pernah suatu hari Irfan berjanji kepada istrinya, hal yang kecil saja, yaitu; apabila nanti gajian akan membelikan Martabak Bangka yang lezat. Tapi pada waktunya Irfan tidak membelikannya, alasannya ternyata Martabak Bangka itu mahal, tidak seperti martabak manis yang selama ini ia beli. Walaupun menurut saya nggak salah kalau dibeli sekedar memenuhi janji. Persoalan sekecil itu Irfan harus ingkar janji. Padahal orang yang tidak memenuhi janjinya masuk dalam kelompok sikap orang munafik.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat." (HR Bukhori Muslim-CD 35).

Ingkar janji sudah pasti berbohong, tapi berbohong belum tentu karena ingkar janji.

2. MENJAGA GENGSI KARENA TIDAK SESUAI HARAPAN.

Apabila mengingkari janji sama dengan dusta (berbohong) maka sering terjadi suami berdusta untuk sekedar menjaga gengsi pribadi, walaupun hanya kepada istri, orang yang layaknya kita saling terbuka. Suami sering berdusta (ingkar janji), misalnya, ketika istri minta kepada suami untuk dibelikan baju model terbaru.

Suami berjanji akan membelikan. Tapi sampai jauh waktunya tidak juga terbelikan. Siapapun orangnya, tak terkecuali istri, pasti akan menagih apa yang dijanjikan. Di saat seperti itulah biasa rawan dusta untuk "melegalitas" atas keingkaran janjinya. Mungkin saja suami berkata, "Wah..susah mencarinya, Bu", "Wah... sangat mahal, Bu", dan sebagainya. Dan bukankah suami yang sering mengingkari janjinya masuk katagori mempunyai hati yang sakit.

Allah SWT berfirman: "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (Qs. Al-Baqarah;10).

3. TIDAK DAPAT MEMENUHI SAAT ITU.

Dari ketiga sebab suami mengingkari janji, maka yang paling sering terjadi karena sebabnya suami tidak dapat memenuhi apa yang dijanjikan saat itu. Walaupun sejatinya, tidak setiap kekurangan ditutupi dengan berdusta atau mengingkarinya. Sebenarnya masih ada satu jalan yang membuat suami bebas dari "predikat" pendusta dan ingkar janji, yaitu dengan cara bercerita apa adanya dengan istri dari apa yang ia janjikan, disertai dengan ucapan mohon maaf, tentu hal itu lebih mulia. Oleh karena itu seorang muslim sangat baik dalam berjanji disertai ucapan "insyaallah", jika Allah menghendai.

Karena berjanji kepada manusia pada hakikatnya juga berjanji kepada Allah SWT. Jika ia mengingkarinya maka kifarat (azabnya) kembali kepada dirinya (Qs. Al-Fath 10). Dalam ayat lain Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqieti dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka..." (Qs. Al-Hadiid 19).

"Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah... " (Qs.Al-Ahzab 23).

Dari tiga hal tersebut di atas, pada intinya suami ingin dikatakan sebagai suami yang sejati dan ingin menutupi kekurangan. Sehingga walaupun dengan cara mengingkari janjinya ia anggap dirinya tetap "sempurna" di mata istri. Padahal, di antara syarat berjanji yaitu; Untuk sesuatu kebaikan, saling percaya, dan bersungguh-sungguh untuk dipenuhi.

Menghadapi Suami yang ingkar janji 

Seorang istri yang ingin menyelamatkan rumahtangganya dan mengembalikan keharmonisan hubungan dalam keluarga, saya sarankan istri harus mempunyai trik (tips) ; untuk menghadapi suami yang sering ingkar janji. Karena suka atau tidak hal itu akan terjadi pada setiap rumah tangga. Oleh karena itu setidaknya terdapat empat tips menghadapi sumi yang ingkar janji.

Pertama, berikan kepercayaan kepada suami untuk mengemukakan alasannya. Karena setiap sesuatu pasti mempunyai sebab akibat, hukum kausal. Dan Iberusaha untuk percaya apa yang diceritaan. Sebab jika alasan suami ditanggapi dengan syu'udzon (berburuk sangka), ft* maka istri tidak dapat menyikapi dengan baik dalam menghadapi suami yang sering ingkar janji. Mana mungkin kita bisa menyelesaikan masalah, apabila sudah didahului dengan berburuk sangka.

Kedua, Sikapi dengan baik Seorang istri harus betul-betul mengamati dari alasan yang I diceritakan suami yang I mengingkari janjinya. Apakah J sikap suami tersebut memang betul-betul tindakan terpaksa ij ataukah memang sengaja diciptakan untuk berdusta, padahal masih memungkinkan jika ia memenuhi janjinya. Pada bagian ini sebetulnya saya lebih ® setuju jika diumpamakan semacam "uji kualitas" alasan suami mengapa ia mengingkari janjinya.

Ketiga. Menentukan sikap. Setelah dua hal tersebut di atas akhirnya istri harus mempunyai sikap; apakah ia memaafkan suaminya dengan beberapa syarat, atau mengklaim sebagai suami pedusta yang tidak patut dipercayai, tentunya dengan resiko hubungan menjadi hambar, cuek, dan tidak percaya "seumur hidup". Tentu jawabannya ada pada Anda. Namun agama menganjurkan untuk ishlah, memperbaiki hubungan. Maka jika tidak, dikhawatirkan justru istri akan nusyuz (berbuat durhaka) kepada suami karena ia menganggap suami berada pada pihak yang salah.

Allah SWT berfirman: "Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari B suaminya, maka tidak mengapa bagikeduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya." {Qs.An-Nissa 128}.

Keempaf Pilihlah sikap saling menjaga amanah. Sikap paling akhir masing-masing introfeksi diri, dan menjaga kepercayaan masing-masing. Sikap jelek dari kita setiap ada persoalan selalu mengungkit masalah yang lalu, membuka luka lama, yang akhirnya akan menjadi masalah baru. Padahal mungkin saja suami | tidak lagi berbuat kezaliman seperti yang lalu. Allah SWT berfirman: "Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (Qs. Al-Fathir5). 









   Customer Support
CS
   Partner Kontak Jodoh
Kontak Jodoh
Site Blog
Kontak Jodoh Muslim
Jan 09, 2012


Berita
Tips Cara Menyeleksi Pasangan Hidup
May 15, 2015


Berbicara terkait pasangan hidup, pernahkah sejenak anda berpikir tentang usia dari pasangan kita? Kelak jika kita sudah... selanjutnya

Mengatasi Masalah Kebosanan Berumah Tangga
Dec 10, 2012

Masa awal-awal pernikahan merupakan saat indah yang tidak mungkin terlupakan bagi pasangan suami istri. Apalagi bagi mereka yang telah lama... selanjutnya

Tips Aman Buat Pacaran
Dec 05, 2012

Kata-kata aman sering digunakan oleh kita ketika berada pada satu keadaan yang rawan dengan kejahatan, kecelakaan atau bahaya lainnya. Ketika... selanjutnya

Agar Tidak Terjebak Kesalahan Sama dalam Cinta
Nov 29, 2012

Sering Gagal dalam Cinta?

Kata orang kegagalan seseorang adalah bagian dari pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran dalam hidup agar kesalahan dan... selanjutnya

Menerima Kekurangan Pasangan
Nov 25, 2012

Egois, bagaimana agar tidak berdampak negatif pada pernikahan?

Setiap orang pasti mempunyai kekurangan begitu juga dengan orang lain. Tapi... selanjutnya

Arti Cinta Sebelum dan Sesudah Menikah
Nov 20, 2012

Cinta selalu menjadi bahasan paling menarik bagi semua kalangan, apakah itu ABG yang baru merasakan cinta, dewasa dengan segala permasalahan... selanjutnya

Semua Berita

                          Cari Istri Cari Suami Cari Jodoh Janda Cari Jodoh Duda Cari Teman Curhat Cari Pasangan Cari Pacar Kencan Online